React2Shell dan Kerentanan CVE-2025-55182 pada React Server Components
Pada akhir 2025, komunitas keamanan siber global menyoroti sebuah kerentanan kritis bernama React2Shell yang terdaftar sebagai CVE-2025-55182. Kerentanan ini berdampak langsung pada React Server Components, sebuah fitur penting dalam ekosistem React modern yang banyak digunakan untuk membangun aplikasi web berskala besar. Tingkat keparahan CVE-2025-55182 dinilai sangat tinggi karena memungkinkan penyerang melakukan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi.
React Server Components dirancang untuk memisahkan logika server dan klien agar aplikasi web lebih efisien dan cepat. Namun, pada implementasi tertentu, ditemukan celah validasi input yang dapat dimanipulasi oleh penyerang. Melalui celah ini, penyerang dapat mengirimkan payload berbahaya yang kemudian dieksekusi di sisi server. Kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai React2Shell, karena memungkinkan transisi langsung dari aplikasi web ke eksekusi perintah sistem.
Kerentanan CVE-2025-55182 memiliki skor CVSS 10.0, yang merupakan skor maksimum. Hal ini mencerminkan dampak yang sangat serius, karena eksploitasi dapat dilakukan dari jarak jauh, tidak memerlukan kredensial, dan berpotensi memberikan kendali penuh terhadap server yang terdampak. Peneliti keamanan melaporkan bahwa eksploitasi kerentanan ini relatif mudah dilakukan pada aplikasi yang menggunakan konfigurasi React Server Components yang rentan.
Setelah informasi mengenai React2Shell dipublikasikan, berbagai laporan menunjukkan peningkatan aktivitas eksploitasi di internet. Beberapa kampanye serangan terdeteksi menargetkan aplikasi web berbasis React, khususnya yang digunakan dalam layanan publik, platform SaaS, dan aplikasi internal perusahaan. Dalam beberapa kasus, kerentanan ini dimanfaatkan untuk menanamkan web shell, menjalankan malware, hingga membuka akses lanjutan ke infrastruktur backend.
Risiko utama dari React2Shell tidak hanya terletak pada satu aplikasi, tetapi pada sifat React sebagai framework yang digunakan secara luas. Banyak organisasi mengandalkan React untuk aplikasi inti mereka, sehingga satu kerentanan dapat berdampak pada banyak sektor sekaligus. Selain itu, karena React sering digunakan bersama layanan cloud dan API internal, eksploitasi awal dapat berkembang menjadi serangan berantai yang lebih kompleks.
Sebagai respons, pengembang React dan penyedia platform terkait segera merilis pembaruan dan panduan mitigasi. Organisasi yang menggunakan React Server Components disarankan untuk segera memperbarui versi React ke rilis yang telah diperbaiki, melakukan audit kode, serta membatasi eksekusi perintah pada lingkungan server. Pemantauan log dan lalu lintas aplikasi juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi indikasi eksploitasi lebih awal.
React2Shell menjadi pengingat penting bahwa inovasi dalam pengembangan aplikasi web harus selalu diimbangi dengan perhatian serius terhadap keamanan. Kerentanan ini menunjukkan bahwa komponen server dalam framework modern dapat menjadi target bernilai tinggi bagi penyerang, terutama ketika digunakan secara luas dan terintegrasi dengan sistem kritis.
Penulis: Muhammad Sulton Hasan Wibowo
Olah Grafis: Muhammad Sulton Hasan Wibowo
Penulis: Muhammad Sulton Hasan Wibowo
Olah Grafis: Muhammad Sulton Hasan Wibowo
Sumber:
- Wiz, Critical Vulnerability in React Server Components (CVE-2025-55182)
https://www.wiz.io/blog/critical-vulnerability-in-react-cve-2025-55182 - Trend Micro, CVE-2025-55182 Analysis and In-the-Wild Exploitation
https://www.trendmicro.com/en_us/research/25/l/CVE-2025-55182-analysis-poc-itw.html - TechRadar, React2Shell exploitation continues to escalate
https://www.techradar.com/pro/security/react2shell-exploitation-continues-to-escalate-posing-significant-risk